BRMP Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang Tanam Perdana Padi di Lahan Rehabilitasi Pascabencana
Aceh Tamiang – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui pemulihan lahan pertanian terdampak bencana. Sebagai wujud komitmen tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan tanam perdana padi di lahan sawah hasil rehabilitasi pascabencana di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada hari Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali pemanfaatan lahan yang telah dipulihkan agar kembali produktif dan mampu meningkatkan produksi padi di daerah.
Tanam perdana tersebut dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, jajaran BRMP Aceh, penyuluh pertanian, serta sekitar 250 petani.
Melalui BRMP Aceh, Kementerian Pertanian telah melaksanakan rehabilitasi sawah pascabencana seluas 2.212 ha di Kabupaten Aceh Tamiang. Program tersebut diperkuat dengan Optimasi Lahan (Oplah) Dampak Bencana seluas 1.961 ha sebagai upaya mengembalikan fungsi dan produktivitas lahan pertanian yang terdampak.
Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pertanian berupa Irigasi Perpompaan (IRPOM), Irigasi Perpipaan (IRPIP), Jalan Usaha Tani (JUT), dan Jaringan Irigasi Tersier (JIT). Ketersediaan sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan layanan irigasi, memperlancar mobilitas hasil panen, serta memperkuat produktivitas usaha tani secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan berkelanjutan dalam memulihkan sektor pertanian di Aceh.
"Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui BRMP Aceh atas berbagai bantuan yang telah diberikan, mulai dari rehabilitasi sawah pascabencana, optimasi lahan, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier hingga jalan usaha tani. Bantuan ini menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menilai keberhasilan pembangunan pertanian hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani. Menurutnya, rehabilitasi lahan yang rusak akibat bencana menjadi harapan baru bagi petani untuk kembali meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Kepala BRMP Aceh, Firdaus, mengatakan BRMP Aceh akan terus mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian melalui pendampingan teknologi, rehabilitasi lahan, serta percepatan modernisasi pertanian di Aceh.
"Tanam perdana ini menjadi bukti bahwa lahan yang terdampak bencana dapat kembali produktif melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. BRMP Aceh akan terus mengawal pelaksanaan program Kementerian Pertanian agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani melalui peningkatan produksi, produktivitas, dan terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," kata Firdaus.
Tanam perdana ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali lahan-lahan pertanian yang sempat terdampak bencana. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, rehabilitasi lahan diharapkan tidak hanya memulihkan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.